Kamis, 21 Juni 2012

Asinan Betawi


Asinan Betawi

 Asinan betawi ini berisi Taoge, wortel, mentimun, tahu, kerupuk mi, dan bumbu cuka, kombinasi yang pas untuk santapan di siang hari.

Bahan Asinan Betawi :
  • 200 gr tahu putih
  • 150 gr wortel, parut panjang
  • 150 gr mentimun hijau
  • 150 gr mentimun putih
  • 150 gr lokio (bawang asinan)
  • 4 bh kerupuk mi kuning
  • 150 gr taoge
  • 100 gr kol

Resep Masakan Asinan Betawi


Resep Masakan Asinan Betawi

Bahan membuat asinan betawi:
Bahan Saus:
1.      1/2 sendok makan ebi, rendam air, tiriskan lalu haluskan
2.      4      buah cabai merah, haluskan
3.      1      sendok teh garam
4.      4      sendok makan gula pasir
5.      2      sendok makan cuka
6.      150 ml air matang
Bahan asinan betawi:

Cerita Rakyat "POhon apel dan seorang lelaki"


Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.
Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.
“Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.

Asal mula "Banjarmasin" Kalimantan Selatan

 

Pada zaman dahulu berdirilah sebuah Kerajaan bernama Nagara Daha.   Kerajaan itu didirikan Putri Kalungsu bersama putranya, Raden Sari Kaburangan alias Sekar Sungsang yang bergelar Panji Agung Maharaja Sari Kaburangan. Konon, Sekar Sungsang seorang penganut Syiwa. la mendirikan candi dan lingga terbesar di Kalimantan Selatan. Candi yang didirikan itu bernama Candi Laras. Pengganti Sekar Sungsang adalah Maharaja Sukarama. Pada masa pemerintahannya, pergolakan berlangsung terus-menerus. Walaupun Maharaja Sukarama mengamanatkan agar cucunya, pangeran Samudera, kelak menggantikan tahta, pangeran Mangkubumi-lah yang naik takhta.

Kerajaan tidak hentinya mengalami kekacauan karena perebutan kekuasaan. Konon, siapa pun menduduki takhta akan merasa tidak aman dari rongrongan. Pangeran Mangkubumi akhirnya terbunuh dalam suatu usaha perebutan kekuasaan. Sejak itu, Pangeran Tumenggung menjadi penguasa kerajaan.

Kamis, 14 Juni 2012

Manfaat Tauge "kecambah"


  • Antioksidan kecambah membantu memperlambat proses penuaan
  • Mencegah penyebaran sel kanker
  • Kandungan vitamin E-nya membantu meningkatkan kesuburan
  • Sangat baik untuk menjaga keasaman asam lambung dan melancarkan pencernaan

Sabtu, 09 Juni 2012

Manfaat buah naga untuk kesehatan dan kecantikan


Buah naga merupakan buah dari beberapa jenis kaktus dari marga hylocereus dan selenicereus. Banyak dari kalangan masyarakat sudah mengenalnya bahkan sudah membudidayakannya. Manfaat buah naga sangat besar untuk kesehatan tubuh kita, dengan rasanya yang manis dan segar. Bentuk buah ini sangat unik dan berbeda dengan buah lainnya dengan kulitnya yang berbentuk menyerupai sirip naga dan pohonya menjalar.

Jenis buah naga yang dikembangkan di indonesia ada empat macam, yaitu buah naga putih, buah naga merah dan buah naga hitam serta buah naga kuning. Dari masing-masing buah tersebut mempunyai manfaat yang berbeda. Buah naga putih yaitu buah naga yang isinya berwarna putih dan buah ini berasal dari meksiko. Sedangkan buah naga merah yaitu buah hasil silangan buah naga putih dengan kaktus merah dari korea, yang mana buah naga merah ini dagingnya berwarna merah dan memiliki manfaat yang sangat besar untuk kesehatan tubuh kita.

Bahaya Radiasi HP ,Beresiko terkena kangker otak


Badan Kesehatan Dunia WHO baru-baru ini mengingatkan bahaya radiasi dari ponsel yang diklasifikasikan sebagai "sangat mungkin berisiko kanker". Badan ini sebelumnya telah melakukan peninjauan dari efek gelombang elektromagnetik terhadap kesehatan manusia.
Deklarasi tersebut didasarkan pada bukti dalam penelitian atas mereka yang menggunakan ponsel secara intensif. Diketahui, intensitas tinggi pemakaian ponsel  mengakibatkan peningkatan risiko glioma, sebuah bentuk kanker otak ganas.
Kesimpulan yang diambil International Agency for Research on Cancer (IARC), badan di bawah WHO, berlaku untuk radiasi elektromagnetik frekuensi radio pada umumnya, meskipun sebagian besar penelitian di daerah ini berpusat pada telepon selular.
Temuan adalah puncak dari pertemuan IARC yang diikuti 31 ilmuwan dari 14 negara untuk mengkaji ratusan hasil penelitian sebelumnya yang telah dipublikasi tentang risiko kanker yang ditimbulkan oleh medan elektromagnetik.